JANGAN SAMPAI TERLAMBAT !

Ada saatnya penderita C0v1d* tidak lagi dapat menarik nafas dengan leluasa, sehingga mereka harus dibantu dengan alat ventilator. Pada saat itu sangat sulit bagi mereka untuk bisa menghirup uap minyak Gardia Red yang sebenarnya bisa membebaskan mereka dari serangan virus jahat C0v1d-I9*

Seandainya sebelum keadaan memburuk, mereka telah sedia minyak Gardia Red, dan begitu terasa gejala sakit langsung bisa menghirup uapnya, maka virusjahat tidak bisa berbuat banyak.

Itu sebabnya minyak Gardia Red bukan saja wajib ada di kotak P3K, tetapi harus selalu ada dibawa kemana pun Anda pergi. Sebab virus jahat sekarang ada di mana-mana.

JIKA TERLANJUR PARAH BISAKAH MINYAK GARDIA RED MENOLONG?

Sekalipun sudah terpapar parah, bahkan pasien yang mengalami Cytokin Storm sekalipun masih bisa tertolong, asalkan uap minyak Gardia Red bisa masuk ke dalam saluran pernafasan dan rongga paru-paru.

Untuk pasien yang masih bisa menghirup uap minyak dengan bebas tidak jadi masalah. Tetapi bagi yang sudah kesulitan dalam bernafas biasanya akan dilarikan ke rumah sakit dan pasien akan dalam pemantauan team medis rumah sakit. Masalahnya adalah apakah dokter akan mengijinkan pasien diterapi menggunakan bahan alami seperti minyak Gardia Red ini. Sementara belum ada obat farmasi untuk C0v1d-I9.

Itulah mengapa selalu sedia minyak Gardia Red untuk bisa menangkal setiap serangan virus sejak dini, demikian penting.

TERAPI APA YANG BISA DILAKUKAN DENGAN MINYAK GARDIA RED UNTUK KONDISI YANG PARAH?

Mengalirkan uap minyak Gardia Red dengan nebulizer ke dalam paru-paru pasien C0v1d-I9* untuk mengurangi inflamasi, rasa sakit dan memberantas virus sampai ke dalam sel-sel yang terinfeksi.

Membilas rongga mulut dengan air yang disemprot minyak Gardia Red dan mengijinkan pasien menelan air itu untuk membasmi virus dan bakteri yang telah menginfeksi saluran pencernaan

Yang perlu diperhatikan dalam kasus C0v1D-I9* yang parah, biasanya pasien akan terpapar virus hingga ke saluran pencernaan. Bahkan secara medis banyak dilaporkan infeksi pasien yang parah membuat kotoran pasien mengandung virus C0V1D-I9*.