Cara alami lawan pandemi

Mengapa Minyak Gardia Red Berhasil?

Minyak Gardia Red adalah campuran 11 macam minyak atsiri (essential oil) dari pohon-pohon dan tanaman-tanaman berkhasiat seperti: Kayu Putih (Cajeput), Eukaliptus (Eucalyptus), Kayu Manis(Cinnamon), Cengkeh(Clove) dan pohon-pohon obat lainnya.   

KELEBIHAN FORMULA MINYAK GARDIA RED

Mengapa Formula Gardia Red begitu efektif melawan virus covid, sementara dikatakan sampai saat ini belum ada obat farmasi yang bisa mengatasi virus corona ?

Kuncinya pada jumlah dan kombinasi yang tepat dari senyawa aktif dari formula minyak Gardia Red yang lengkap dan begitu kompleks, yang tidak memungkinkan virus bertahan atau bermutasi menghadapi minyak ini.

Minyak Gardia Red mengandung lebih dari 35 senyawa aktif yang terdeteksi alat analisis GC-MS (gas-chromatography and mass spectrometry). Belum termasuk kandungan belasan senyawa minor lain yang tidak terdefinisi mesin.

Sebagai perbandingan suatu obat modern biasanya mengandung satu atau dua senyawa aktif saja. Sementara satu minyak atsiri alam saja mengandung kurang lebih lima hingga belasan senyawa mayor, dan puluhan senyawa minor.

Dan minyak Gardia Red yang merupakan campuran dari sebelas macam minyak atsiri alam, sudah barang tentu memiliki jumlah senyawa aktif yang jauh lebih banyak dan lebih beragam.

MENGAPA KOMPLEKSITAS SENYAWA MENJADI PENTING

Nature atau sifat alami virus itu selalu berusaha beradaptasi terhadap suatu senyawa obat anti-virus. Dan jika obat anti-virus berisi formula yang sederhana yaitu hanya terdiri dari satu atau dua senyawa aktif, maka virus akan mudah beradaptasi dan kemudian akan bermutasi menjadi jenis yang kebal terhadap obat tersebut.

Tetapi karena minyak Gardia Red mengandung begitu banyak senyawa aktif, baik senyawa-senyawa mayor, maupun senyawa-senyawa minornya. Dan jenis dari senyawa-senyawa itu juga sangat bervariasi, ada yang merupakan kelompok hidrokarbon terpenoid, yaitu senyawa-senyawa monoterpen, seskuiterpen, dan diterpen, ada juga dari kelompok “oxygenated terpenoids” seperti senyawa-senyawa ester, aldehid, keton, fenol, dan oksida. Maka virus sangat sulit untuk survive menghadapi kombinasi begitu banyak zat aktif dalam minyak Gardia Red.

Berbeda dengan suatu obat farmasi modern yang umumnya hanya menyasar pada satu titik tertentu dari siklus hidup virus. Senyawa-senyawa beragam yang terkandung dalam minyak Gardia Red diformulasikan untuk dapat melumpuhkan virus pada berbagai tahap perkembangan/siklus hidup virus.

Formula minyak Gardia Red dirancang untuk mengantisipasi virus pada tahap awal paparan, juga virus pada tahap yang sudah menginfeksi sel. Minyak ini juga mengandung senyawa yang mengantisipasi virus pada tahap replikasi dan penyebaran di dalam organ tubuh korbannya, maupun virus pada tahap akhir dimana suatu virus meninggalkan genomnya tersembunyi di dalam inti sel inang pasien yang ‘berkamuflase’ dan tidak terdeteksi sistem imun tubuh.   

Itulah sebabnya sangat sulit bagi virus untuk survive atau beradaptasi menghadapi kombinasi begitu banyak aktivitas dalam Minyak Gardia Red.

KEKELIRUAN KONSEP INDUSTRI OBAT MODEREN

Pendekatan industri obat modern yang sering menyajikan hanya satu atau dua senyawa aktif saja untuk membuat obat, disebabkan konsep standar pengobatan modern yang mementingkan konsistensi kadar senyawa aktif, lebih dari segalanya.

Bahkan ketika mereka menemukan senyawa aktif dalam minyak alami, industri obat modern melakukan isolasi satu jenis senyawa mayor tertentu untuk menjadikannya obat.

Contohnya karena mengetahui minyak Kayu putih dan Eukaliptus mempunyai kandungan anti-virus, maka mereka mengisolasi senyawa Cineole yang merupakan senyawa utama dalam minyak Kayu putih dan minyak Eukaliptus untuk mendapatkan cairan Cineole murni.

Hal ini mereka lakukan demi mendapatkan kadar Cineole yang konsisten dari waktu ke waktu, sebab demikianlah konsep industri farmasi moderen.

Tetapi ini adalah kekeliruan yang tragis, sebab dengan hanya mengambil satu senyawa mayor saja dari minyak-minyak berkhasiat tersebut, sama artinya dengan membuang begitu banyak senyawa-senyawa minor yang merupakan bagian penting dari khasiat minyak tersebut.

KONSEP PENGOBATAN ALAMI

Memang suatu minyak alami sering berubah-ubah kadar tiap senyawanya, tergantung musim. Namun memang begitulah mekanisme alam yang seharusnya ‘dihormati’.

Tiap musim penyakit mengalami perubahan, virusnya juga mengalami perubahan, minyak-minyak penyembuhnya juga perlu berubah. Jadi kadar senyawa-senyawa itu berubah, sama sekali bukanlah suatu persoalan, justru memang dibutuhkan seperti itu.

Membuang senyawa-senyawa minor untuk sekedar menjaga konsistensi satu senyawa mayor dari suatu minyak atsiri adalah kegagalan memahami prinsip mendasar dari pengobatan alami.

Senyawa-senyawa itu membentuk harmoni seperti sebuah maha karya music orchestra. Walaupun ada melodi-melodi yang dominan, komposisi itu tidak akan menjadi suatu mahakarya musik yang hebat, tanpa unsur-unsur ritmik, dan bunyi-bunyian perkusi pelengkap yang kelihatannya secara awam tidak berarti.

Begitu juga senyawa mayoritas yang diisolasi sendirian, tidak akan sehebat komposisi aslinya dari minyak atsiri yang bersangkutan dalam menghadapi virus.

HASIL AKHIR DARI OBAT FARMASI MODERN

Dan ketika mereka membuat obat anti-virus hanya dengan menggunakan satu atau dua jenis zat aktif saja, akan membuat virus sanggup beradaptasi dan kemudian bermutasi menjadi kebal terhadap zat tersebut.

Banyak obat anti-virus modern yang hanya berisi satu atau dua zat aktif dalam waktu singkat kemudian tidak lagi efektif mengatasi penyakit yang diakibatkan oleh virus tertentu.

Obat yang dipakai untuk mengobati infeksi virus influenza termasuk amantadine dan rimantadine, yang menargetkan tahap awal infeksi influenza, dan oseltamivir, peramivir, dan zanamivir, yang menargetkan tahap akhir dan penyebaran influenza, kini menjadi kurang efektif untuk menangani beberapa kasus influenza.

Hal ini terjadi karena munculnya beberapa strain virus influenza yang resistan atau kebal terhadap obat-obatan tersebut.